Kesalahan #3: Kurangnya Perencanaan Penyelaman

Salah satu langkah sebelum menyelam yang paling penting adalah melakukan perencanaan penyelaman. Pelajari sebanyak mungkin sebelumnya tentang situs menyelam mana pun yang Anda rencanakan untuk menyelam.

  • Sebelum Anda pergi ke suatu situs, pastikan untuk menyelidiki arus, kedalaman, kehidupan laut, titik masuk dan keluar, teknik kembali ke permukaan, lalu lintas kapal, masalah kesehatan lingkungan, dll.

  • Lihat dukungan permukaan apa yang mungkin Anda perlukan dan undang-undang atau peraturan setempat apa yang mungkin berlaku untuk aktivitas menyelam yang Anda rencanakan.

  • Beri tahu seseorang yang tidak ikut dalam perjalanan Anda tentang rencana penyelaman Anda dan kapan Anda akan kembali.

  • Sebelum menyelam, pastikan Anda dan teman Anda memiliki rencana menyelam yang sama. Diskusikan kemungkinan jika kondisi berubah selama penyelaman Anda. Tetapkan kedalaman maksimum, waktu dasar maksimum, dan suplai udara minimum untuk mengakhiri penyelaman.

  • Tinjau apa yang akan Anda dan teman Anda lakukan jika terpisah, melebihi penyelaman yang direncanakan atau mengalami keadaan darurat kehabisan udara atau masalah peralatan di bawah air. Melakukan diskusi ini di permukaan membantu Anda mempersiapkan diri sebagai sebuah tim untuk mengelola situasi apa pun yang mungkin muncul saat berada di bawah air.

  • Bahas ulang sinyal tangan dengan teman Anda.

  • Conduct a predive test on all of your equipment, particularly any rented gear. Use a written or mnemonic checklist to ensure you don’t overlook an essential step. Don’t skip the buddy check.

  • Ingatlah untuk membuat rencana tindakan darurat (EAP). Alat penting yang diajarkan cara membangunnya dalam kursus pelatihan lanjutan mereka ini harus mencakup apa yang mendorong respons darurat, informasi kontak penting, fasilitas medis terdekat dan cara terbaik untuk sampai ke sana, serta peralatan pertolongan pertama yang penting.

  • Dive planning doesn’t have to be complicated or inflexible, but it is essential to prevent and manage diving incidents.

Berikutnya Mistake #4 – Lack of Buoyancy Control >

Bahasa Indonesia